Redaksikota.com- Kampanye Pasangan Capres dan Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang bertajuk Konser Salam Metal 3 Menang Total yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (3/2/2024) menghadapi sebuah situasi yang mengejutkan.

Meskipun diharapkan menjadi momentum yang penuh semangat untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, kenyataannya adalah ada hal yang tidak mengenakkan terjadi ketika Ganjar sedang berpidato di hadapan pendukungnya.

Hal tersebut terungkap melalui video yang diunggah oleh akun Tiktok @publiciti_ yang menunjukkan kondisi Stadion GBK yang sedang menggelar acara kampanye akbar tersebut.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat dengan jelas bahwa sejumlah massa yang hadir malah memutuskan untuk meninggalkan stadion saat Ganjar Pranowo memulai pidatonya.

Banyak netizen yang menyimpulkan bahwa banyak massa yang datang ke GBK hanya ingin menonton konser dari band ternama seperti Slank dan TIPE-X saja.

“Karena jujur gua cuman pengen liat slank, tipe-x, kotak, dan pas band aja,” sebut akun Tiktok @gorenganhaneut8

Situasi yang sama juga dapat dilihat lewat Tiktok @swingvoters__ yang membagikan video yang sama dimana Ganjar terlihat ditinggal massa ketika sedang berpidato dihadapan pendukungnya.

Beberapa komentar juga menyatakan bahwa massa yang datang mungkin hanya ingin menonton konser saja.

“Orang datang Cuma pengen nonton konser hahaha,” ujar akun Tiktok @rnyboy99
“Cuma menikmati musiknya bukan orangnya,” ujar akun Tiktok @marimasrasajeruk91

“Orang datang GBK Cuma mau lihat konser Slank bukan Ganjar,” sebut akun Tiktok @ekomandos

Banyak juga netizen yang membandingkan kampanye akbar Ganjar dengan kampanye akbar Jokowi pada 2014 dan 2019.

“Jauh banget euforianya waktu jamannya pak Jokowi,” ungkap akun Tiktok @nisya158

“Nggak bisa dibandingin sama kampanye akbar pak Jokowi di GBK 2019,” ujar akun Tiktok @dvdsih

Selain itu, pelaksanaan acara ini juga dikabarkan mengakibatkan kemacetan lalu lintas di sekitar Gelora Bung Karno.

Situasi Ganjar Pranowo yang ditinggal massa saat orasi ini tentu memunculkan pertanyaan mengenai strategi kampanye mereka dan sejauh mana dukungan masyarakat terhadap pasangan calon nomor urut 3 tersebut.