AMBON — Suasana haru dan penuh empati mewarnai kunjungan Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto, saat menjenguk korban pasca kejadian di Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara. Kunjungan berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026, pukul 14.10 WIT, bertempat di Rumah Sakit Tingkat II Prof dr J A Latumeten.
Korban yang dijenguk adalah Nasrim Karim Tawakal (15), yang turut menjadi korban penganiayaan bersama adiknya, AT (14), siswa yang meninggal dunia dalam insiden di sekitar Kampus Uningrat, Kota Tual. Nasrim saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat patah tulang yang dideritanya.
Kehadiran Kapolda bukan sekadar kunjungan formal. Ia duduk berdialog dengan orang tua korban, berbicara langsung dengan tim dokter, serta memastikan seluruh kebutuhan pengobatan terpenuhi secara optimal. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabiddokkes Polda Maluku, Karumkit TK II Prof dr J.A. Latumeten Kodam XV/Pattimura, Karumkit Bhayangkara TK III Ambon Polda Maluku, para dokter dan tenaga medis, serta kuasa hukum keluarga korban.
Dalam pernyataannya, Kapolda menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga.
“Saya hadir bukan hanya sebagai pimpinan institusi, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral. Atas nama pribadi dan institusi Polri, saya menyampaikan permohonan maaf. Kami sangat berduka atas kejadian ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, negara tidak boleh abai terhadap pelanggaran hukum, terlebih jika melibatkan aparat penegak hukum. Proses hukum terhadap oknum anggota Brimob yang terlibat telah berjalan, dan kasus ini akan ditangani secara profesional, transparan, serta berkeadilan.
Lebih jauh, Kapolda memastikan peristiwa ini menjadi evaluasi serius bagi jajaran Kepolisian Daerah Maluku. Pengawasan internal, pembinaan mental, dan penegakan disiplin akan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang.
Kegiatan berakhir pukul 14.25 WIT dalam situasi aman dan terkendali. Di tengah emosi dan duka yang dirasakan masyarakat, langkah cepat dan empatik ini menjadi pesan kuat bahwa hukum tetap berjalan, kemanusiaan tetap dijunjung, dan kehadiran negara nyata dirasakan. Sebuah upaya menenangkan situasi sekaligus memulihkan kepercayaan publik demi menjaga kedamaian di Maluku.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan